Risa & Ponky

Bersaing & Berjuang Bersama Raih Prestasi
Thursday, February 7th, 2013
kover

Clik gambar tuk baca lanjut


Ni Putu Risa Egryani atau akrab disapa Risa, lahir di Tabanan 21 Januari 1995. Ia punya motto hidup ‘Keep your mind wide open’. Anak pertama dari pasangan I Nyoman Gede Suarjana dan Ni Nengah Yusari Wirana,S.Pd ini punya hobi membaca, menonton, mendengarkan musik dan online.

Alumni SD Saraswati Tabanan dan SMPN 1 Tabanan ini adalah Duta Anak Bali Komisi Pendidikan tahun 2010 dan peserta Kongres Anak Nasional IX tahun 2010 di Bangka Belitung.

Prestasi yang pernah diukir peraih langganan juara umum di sekolahnya ini adalah tercatat sebagai juara dua Putra-Putri Cinta Buku Tingkat Kabupaten Tabanan tahun 2012. Risa juga meraih juara tiga OSN Fisika Kabupaten Tabanan, juara dua Debat Fakultas Antropologi Universitas Udayana 2012, juara tiga Siswa Berprestasi tingkat SMA provinsi Bali tahun 2012 dan Finalis Pemilihan Remaja Berbudi Pekerti VIII Fisip Undiksha.

Pendapatnya tentang ujian nasional, tidak perlu dilaksanakan karena ujian nasional terjadi banyak kecurangan. Selain itu kemampuan atau grade masing-masing sekolah seluruh Indonesia tidak sama jadi percuma saja ujian nasional. “Mending ujian nasional itu dilimpahkan ke masing-masing sekolah, kelulusan tidak ditentukan hanya dalam waktu empat hari ujian nasional,”ujarnya.

Bagaimana dengan tandemnya, I Gede Ponky Aditya Ryanta? Remaja yang biasa disapa Ponky ini merupakan kelahiran Sesandan 23 Maret 1995, putra dari pasangan I Made Arianta dan Gusti Ayu Ketut Sukarni yang punya hobi main game dan nonton televisi. Anggota Paskibraka Kabupaten Tabanan tahun 2011 telah mencatatkan diri sebagai juara umum dua di sekolahnya, selalu bersaing tipis dengan Risa. Alumni SD 4 Dajan Peken dan SMPN 1 Tabanan ini berhasil mengungguli Risa, setelah mencatatkan diri sebagai juara satu Siswa Berprestasi Kabupaten Tabanan 2012 dan juara satu Siswa Berprestasi Provinsi Bali 2012. Ponky dan Risa selalu bersaing positif dan berjuang bersama mengejar prestasi mengharumkan nama sekolah.

Pendapatnya tentang kenakalan remaja masa kini, Ponky tegaskan memang ada yang nakal dan itu sebagai akibat kurangnya perhatian orang tua. Selain itu remaja tersebut tidak mampu menemukan jati dirinya yang sebenarnya sehingga terjerumus ke hal yang negatif. Risa menambahkan kenakalan remaja diakibatkan emosi remaja masih labil sehingga mudah goyah. Banyak remaja tidak tahu mana yang memang benar dan mana yang salah. Remaja sulit mengendalikan emosinya dan cenderung meluapkan emosinya. Contoh jelas, bullying. Jadi remaja perlu bimbingan.

Mengenai ujian nasional, berbeda dengan Risa, Ponky mengatakan sangat setuju ujian nasional tetap diselenggarakan. Namun juga ia tidak setuju jika ujian nasional dijadikan patokan untuk kelulusan siswa karena siswa belajar mulai dari SD dan tidak adil bila hanya gagal dalam beberapa hari ujian nasional. Seharusnya yang lebih dinilai adalah prosesnya, bukan hasil ujian yang hanya dalam beberapa hari saja.

Menyambut Valentine Day’s Ponky katakan agar teman-teman dapat merayakan dengan hal positif, nyatakan kasih sayang dengan wajar saja. Demikian juga Risa, ia katakan valentine day’s sebagai hari kasih sayang yang harus dirayakan dengan penuh kasih sayang pula, bukan untuk hura-hura. Apalagi sampai melanggar etika.

Nah, IMOB Youngster bisa mencontoh kerja keras mereka dalam bersaing meraih prestasi. Seringnya mereka berjuang bersama, menjadikan mereka sahabat. Pandai-pandailah memilih sahabat yang positif, agar bisa saling menginspirasi dan menyemangati untuk meraih prestasi. Happy Valentine’s Day.