Selamatkan Anak-Anak Dari Kekerasan

Thursday, June 5th, 2014
Penyair Kahlil Gibran melukiskan dengan amat tepat tentang sosok anak-anak. Ia menulis, anak-anakmu bukanlah anak-anakmu. Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka terlahir melalui engkau tetapi bukan darimu. Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu. Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu tapi bukan pikiranmu. Karena mereka memiliki pikiran sendiri.

Jutaan anak di Indonesia adalah anak-anak kehidupan. Anak-anak bukan milik dari ayah atau ibunya, juga bukan milik dari masyarakat saat ini sehingga ia boleh diperlakukan menurut kemauan bebas. Kahlil Gibran melukiskan bahwa anak-anak adalah jiwa-jiwa yang tinggal di rumah hari esok. Ayah dan ibunya, para gurunya dan masyarakat saat ini tak akan tahu seperti apa kehidupan mereka di hari esok itu. Jadi sesungguhnya anak-anak adalah masa depan kehidupan dunia ini yang harus berlanjut. Karena itu tugas umat manusia masa kini adalah mewariskan kearifan yang mengagumkan.

Sayangnya, penyakit sosial kini mewabah dan anak-anak menjadi salah satu komoditi tindak kejahatan dalam berbagai bentuk. Pembunuhan karakter anak-anak melalui kejahatan kekerasan seksual, pemerkosaan, penganiayaan bahkan pembunuhan menjadi stigma hitam di tanah air kita. Brutalisme terhadap anak-anak bahkan dilakukan secara sistematis. Pembiaran yang dilakukan oleh pembuat kebijakan seperti promosi rokok, tidak terkendalinya tayangan televisi, produk hukum yang tidak berpihak pada kepentingan anak-anak, sanksi hukum yang tak berefek jera pada pelaku peredaran narkoba dan sebagainya menjadi ancaman serius bagi masa depan anak-anak.

Kejahatan terhadap anak-anak kini bukan lagi sekadar wacana tetapi kenyataan. Jutaan anak telah menjadi korban. Karena itu perlu ada gerakan “Sayang Anak” dari semua orang yang berkehendak baik sehingga masa depan dunia ini tetap berlanjut secara normal, berharkat dan bermartabat. Kita berharap agar para pemimpin di negeri ini sadar atas panggilannya untuk menciptakan kehidupan sosial termasuk kepada anak-anak dengan membuat kebijakan yang pro anak, pro kehidupan, pro kebenaran dan keadilan. Ingat hidup anak-anak kita tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu. Mereka adalah masa depan dan tugas kita semua adalah mengantar mereka ke masa depan itu.