Sepuluh Siswa SMK Tidak Lulus UN 2014

Thursday, June 5th, 2014
Pengumuman UN 2014, masih ada aksi coret dan konvoi di jalanan
Sebanyak sepuluh siswa SMK di Bali dinyatakan tidak lulus pada UN tahun 2014. Seperti diumumkan Kadisdikpora Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, Senin (19/5) lalu dari 23.842 peserta dinyatakan lulus 23.832 siswa atau setara 99,96 persen sedangkan yang tidak lulus sepuluh orang atau setara 0,04 persen.

Tingkat ketidaklulusan siswa SMK pada ujian nasional sejak tahun 2008/2009 menunjukkan prosentasi naik turun. UN Tahun 2008/2009 jumlah peserta 11.253 orang lulus 11.207 orang atau setara 99,59 persen dan tidak lulus 46 orang. UN Tahun 2009/2010 peserta 15.415 dan dinyatakan 100 persen lulus. UN tahun 2010/2011 diikuti 18.282 orang lulus 18.272 atau setara 99,95 persen sedangkan tidak lulus 10 orang. UN tahun 2011/2012 diikuti 20.286 orang dan lulus 20.275 orang atau setara 99,95 persen sedangkan tidak lulus 11 orang. UN tahun 2012/2013 diikuti 22.012 orang lulus 22.009 atau setara 99,99 persen sedangkan tidak lulus 3 orang. Dan UN tahun 2013/2014 diikuti 23.842, lulus 23.832 atau setara 99,96 persen sedangkan yang tidak lulus 10 orang.

Siswa SMK yang tidak lulus itu berasal dari Kota Denpasar 3 orang, dari Bangli 2 orang dan Karangasem 5 orang. Adapun distribusi kelulusan UN SMK di Kabupaten/Kota sebagai berikut; Kota Denpasar peserta 6.205, lulus 6.202 atau setara 99,95 persen dan tidak lulus 3 orang atau setara 0,05 persen. Gianyar jumlah peserta 4.341 orang lulus 100 persen, Bangli jumlah peserta 1.113 orang, lulus 1.111 orang atau setara 99,82 persen dan tidak lulus 2 orang atau setara 0,18 persen. Klungkung jumlah peserta 925 lulus 100 persen, Karangasem 1.260 orang lulus 1.255 atau setara 99,60 persen dan tidak lulus 5 orang atau setara 0,40 persen. Buleleng dengan jumlah peserta 3.179 orang, Jembrana 1.200 orang, Tabanan 1.877 orang dan Badung 3.742 orang dinyatakan lulus 100 persen. Adapun nilai tertinggi dan terendah dapat digambarkan seperti berikut ini. Bahasa Indonesia nilai tertinggi 10,00 nilai terendah 2,00, Bahasa Inggris nilai tertinggi 9,80 nilai terendah 2,60, Matematika nilai tertinggi 10,00 nilai terendah 0,75. Sedangkan nilai rata-rata Kompetensi Keahlian tertinggi 9,87 dan terendah 6,03.

Tentang pemberitaan media di Bali yang menyebutkan terjadi kebocoran UN di Bali baik untuk SMA/MA dan SMK/MAK maupun untuk SMP, TIA Kusuma Wardhani membenarkan adanya pemberitaan tersebut. Namun pihaknya menyayangkan pemberitaan itu karena tanpa sumber yang jelas. Pihak pembuat berita pun tidak bisa menunjukkan bukti-bukti kuat yang mengindikasikan adanya kecurangan.”Selama pelaksanaan UN kami sudah melakukan pengawasan dan tak ada indikasi terjadi kecurangan. Jadi pemberitaan itu sulit untuk dibuktikan kebenarannya”, ujar TIA Kusuma Wardhani.