SMA N 2 Denpasar

Implementasikan Kurikulum 2013 Lewat IHT
Wednesday, February 26th, 2014
Menjelang tutup tahun 2013 SMAN 2 Denpasar menyelenggarakan kegiatan Inhouse Tranining (IHT) untuk mengimplementasikan kurikulum 2013. Kegiatan bertajuk “Apa, Mengapa dan Bagaimana Kurikulum 2013” itu dilaksanakan pada Minggu 15 Desember sampai Senin 16 Desember 2013.
sma n 2 dps

Rencana semula kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 7-8 Desember 2013 namun terpaksa diundur sampai tanggal 15-16 Desember 2013 sebab guru-guru ada kesibukan mengisi raport ujian semester. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar Ir.IGN Eddy Mulya,SE.M.Si yang sekaligus juga tampil sebagai narasumbernya.

Kadisdikpora Kota Denpasar dalam sambutannya berharap agar para guru SMAN 2 Denpasar yang kebetulan 98 persen mengikuti kegiatan tersebut untuk benar-benar mengemban tugas melaksanakan kurikulum 2013 di SMAN 2 Denpasar. Menurutnya guru adalah ujung tombak untuk mengemban pelaksanaan kurikulum 2013 sehingga harus memberikan jawaban yang benar kepada masyarakat bila mereka mempertanyakan kurikulum 2013 dan tidak mengeluarkan komentar-komentar negatif tentang kurikulum 2013. Menurut Kadisdikpora Kota Denpasar, untuk bisa bersaing dengan negara-negara maju maka perlu diubah pola pikir dengan paradigma baru.

Narasumber lainnya adalah Suherman dari Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menjelaskan secara gamblang tentang kurikulum 2013 terutama hal-hal yang menyangkut apa itu kurikulum 2013, mengapa kurikulum 2013 itu diadakan dan bagaimana kurikulum 2013 itu diimplementasikan. Dengan menerapkan paradigma baru dalam penyampaian materi Suherman langsung memberikan contoh-contoh tentang bagaimana mengimplementasikan kurikulum 2013.

Untuk diketahui setelah kurikulum 2013 diterapkan di semua jenjang pendidikan di wilayah Kota Denpasar banyak keluhan orang tua siswa karena harus mengeluarkan biaya untuk pembelian buku-buku yang sesuai dengan kurikulum 2013. Hal ini karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hanya menyalurkan buku-buku kepada empat sekolah di masing-masing jenjang pendidikan yang ditunjuk untuk uji coba penerapan kurikulum 2013.

Atas keluhan masyarakat tersebut, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan untuk tahun pelajaran 2013/2014 sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 yang bukan ditunjuk oleh Kemendikbud maka buku-buku pelajaran akan dibantu oleh Pemerintah Kota Denpasar. Ia berharap agar sekolah-sekolah di wilayah Kota Denpasar tetap mengimplementasikan kurikulum 2013 di sekolahnya masing-masing. v gus/dok