SMAK Syuradikara Ende

Sekolah di Bumi Kelimutu dengan Segudang Prestasi
Saturday, June 7th, 2014
SMAK Syuradikara Ende
Teman-teman sahabat IMOB Educare, di edisi ini diajak untuk menyapa sahabat sesama anak bangsa di Flores Nusa Tenggara Timur. Di Kabupaten Ende, Flores terdapat sebuah sekolah yang usianya sudah cukup tua, bahkan merupakan SMA pertama di NTT yakni SMAK Syuradikara. Pada 29 September 2014 mendatang sekolah ini akan merayakan ulang tahunnya ke-61.

Sekolah ini berada di Kota Ende, Ibukota Kabupaten Ende. Kota kecil ini tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia karena pernah menjadi tempat tinggal Proklamator RI yang juga Presiden RI pertama Bung Karno saat ia diasingkan oleh Belanda pada tahun 1934. Selama di Ende Bung Karno tinggal di sebuah rumah milik Haji Abdullah Ambuwaru. Saat ini rumah bekas kediaman Bung Karno itu terletak di jalan Perwira kelurahan Kota Ratu Kecamatan Ende Utara dan telah ditetapkan sebagai Situs Bung Karno. Di Kota Ende pula Bung Karno menggali butir-butir pancasila yang kini menjadi dasar Negara kita.

Para pelajar di Kota Ende mempunyai andil dalam melestarikan Situs Bung Karno ini. Tahun 1953 para pelajar Kota Ende terdiri dari SGAK Ndao, SMAK Syuradika, SMPK Ndao, SGBM Ende dan para murid sekolah dasar di Kota Ende serta siswa Seminari St. Yohanes Berchmans Todabelu Mataloko mencetuskan hati nuraninya untuk memulihkan penghormatan terhadap rumah bekas kediaman Bung Karno tersebut. Upaya para pelajar itu membuahkan hasil, rumah kediaman Bung Karno kini menjadi Museum atau Situs Bung Karno.

Kota Ende juga adalah ibukota Kabupaten Ende yang terkenal dengan Danau Tri Warna Kelimutu. Danau Kelimutu memiliki tiga warna air yakni merah, putih dan biru. Penduduk local setempat menamai danau merah sebagai Tiwu Ata Polo (tempat para suanggi), danau putih Tiwu Ata Mbupu (tempat orang-orang tua) dan danau hijau Tiwu Ata Koo Fai (tempat muda-mudi) yang telah meninggal dunia. Danau terletak di atas gunung dengan panorama yang eksoktik. Kalau ada waktu teman-teman bisa bereksplorasi ke sana.

Di kota inilah berdiri SMAK Syuradika 61 tahun silam. Kini SMAK Syuradika merupakan sekolah unggul di daratan Flores. Maka tak heran jika para siswa tamatan SMP yang pintar-pintar berebut kursi di SMA Syuradikara. Sekolah ini semakin bergengsi di bawah kepemimpinan kepala sekolahnya P. Stefanus Sabon Aran,SVD,M.Pd. Tahun 2012 lalu SMAK Syuradikara menyabet penghargaan adiwiyata dari kementerian Lingkungan Hidup sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri Tahun 2012. Tahun 2010 SMAK Syuradika menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata dan hanya selang dua tahun memperoleh penghargaan bergengsi Adiwiyata Mandiri.

Kini setelah mengantongi penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri, SMAK Syuradikara menjadi Pembina sekolah adiwiyata di Provinsi NTT. SMAK Syuradika setiap tahunnya mendampingi sedikitnya 10 sekolah untuk meraih penghargaan Adiwiyata. Selain itu SMAK Syuradikara juga punya kegiatan baru yang mengundang decak kagum. Semua civitas SMAK Syuradika mulai dari Yayasan, para guru dan para siswa berkomitmen untuk menggalakkan program Sampah Mandiri dan menerapkan sistem skor dalam setiap pelanggaran yang dilakukan. Para siswa harus membawa semua sampah dengan memasukkan dalam tas masing-masing untuk dibawa pulang ke rumah atau dibuang di tempat sampah. Hal ini untuk menumbuhkan kesadaran para siswa dan menumbuhkan disiplin mulai dari diri para siswa sendiri.