SMAN 6 Denpasar

Sekolah ‘Adi Wiyata’ Tingkat Nasional
Tuesday, September 13th, 2011

 

sma6
SMA Negeri 6 Denpasar berada di jalan Tukad Nyali Sanur Denpasar Selatan. Sekolah ini pernah meraih predikat tropi ‘Sekolah Adi Wiyata’ tingkat nasional tahun 2009 lalu.

 

SMA Negeri 6 Denpasar berdiri pada tanggal 2 Juni 1986 dan diresmikan pada tanggal 14 Juni 1986 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia waktu itu Prof. Dr. Fuad Hassan sesuai Surat Keputusan Nomor : 0887/0/1986 tertanggal 22 Desember 1986. Sejak berdiri sampai dengan saat ini, SMAN 6 Denpasar mengalami pergantian kepemimpinan sekaligus terus menerus mendulang berbagai prestasi baik tingkat Kota Denpasar, tingkat Provinsi Bali, tingkat nasional maupun internasional.

Saat baru dibuka sebagai Kepala Sekolah dipercayakan kepada I Gusti Ayu Raka Puspa,BA yang memimpin sekolah ini sampai dengan tahun 1990. Tahun pertama diterima 136 siswa atau 3 kelas dan diasuh oleh 11 guru dan pegawai. Tahun 1990-1998 I Gusti Ayu Alit Rudriani,BA dipercayakan sebagai Kepala Sekolah. Di masa kepemimpinannya lingkungan SMAN 6 Denpasar diperindah dengan membangun Taman Kemuda Sari. Pohon-pohon perindang pun ditanam dan tumbuh subur sampai sekarang. Pagar tembok pun dibangun, lapangan tenis permanen berdinding terali kawat dan berlantai beton pun dibangun.

Di masa kepemimpinan I Wayan Windia,BA tahun 1998-2001, ia membangun laboratorium IPA dan tempat parkir siswa di areal taman Kemuda Sari. Penggantinya adalah Drs. I Made Wigama,M.Si yang memimpin dari tahun 2001-2010. Di masa kepemimpinannya semua taman di SMAN 6 Denpasar diberi nama Taman Widya Srama dengan kelompok taman yang diberi nama Taman Mandala Sari dan kelompok taman Mandala Pala Lan Osadi. Konsep Tri Hita Karana benar-benar ditonjolkan dalam pembangunan taman tersebut. Taman diperlengkap dengan patung Saraswati sebagai Dewi ilmu pengetahuan dan patung Ganesa serta tempat duduk dari beton. Di masa kepemimpinan Drs. I Made Wigama,M.Si ditetapkan Tata Krama Sekolah SMA Negeri 6 Denpasar serta menetapkan tanaman tunjung putih sebagai mascot sekolah. Penataan lingkungan SMAN 6 Denpasar yang serius menghasilkan buah yakni meraih predikat juara 1 tentang kerindangan dan meraih tropi Sekolah Adi Wiyata Tingkat Nasional pada tahun 2009 lalu.

Sejak tahun 2010 lalu SMAN 6 Denpasar dipimpin oleh Drs. I Nyoman Muditha,MPd. Pria yang memimpin sekolah ini sejak 19 April 2010 ini bertekad konsep Tri Hita Karana dan taman sekolah yang telah dibangun tetap diajegkan melalui pemeliharaan dan pelestarian termasuk penambahan jenis tanaman baru.

SMAN 6 Denpasar boleh dikatakan sebagai salah satu sekolah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kepedulian pada lingkungan hidup itu diapresiasikan dalam seni budaya sesuai dengan program Kota denpasar yang berwawasan budaya. Melalui ide kreatif dari Drs. I Nyoman Muditha,MPd dikembangkan mascot SMA Negeri Denpasar yaitu Tunjung Putih dalam seni tari dan tabuh yaitu tari kreasi “Nur Kumuda” yang artinya Cahya Tunjung Putih. Tari ini sekaligus sebagai tari kebesaran SMA Negeri 6 Denpasar, yang digarap oleh seorang professional tari dan tabuh Prof.Carita dari ISI Denpasar dan dibantu oleh guru pembina ekstrakurikuler tabuh dan tari : I Gusti Ketut Adnyana dan Ni Wayan Purnamawati, S.Sn. M.Si. Penari dan penabuh adalah siswa siswi SMA Negeri 6 Denpasar.

Mengapa Tunjung putih yang diangkat sebagai mascot dan tari kebesaran SMA Negeri 6 Denpasar? Karena Tunjung adalah tumbuhan yang posisi hidupnya di tiga tempat (mandala) yaitu udara, air dan tanah.Kehidupan dari tunjung ini sebagai implementasi dari konsep Trihita Karana yaitu bunga dari tunjung ini menjulur ke udara (utama mandala) sebagai penghubung terhadap Tuhan Sang Pencipta atau yang Maha Kuasa, batang dan daun yang berada terendam dalam air (madya Mandala) sebagai pendukung interaksi kehidupan mahluk hidup dan akar yang berada dalam tanah (Nista Mandala/palemahan) adalah sebagai sumber kehidupan karena tempat nista mandala ini sebagai tempat pembuangan sampah kehidupan sehingga tempat ini

Dengan mengambil makna dari konsep kehidupan maskot Tujung Putih tersebut diharapkan segenap komponen sekolah baik guru, pegawai dan siswa selalu eling sehingga dapat selalu menyeimbangkan dalam diri masing-masing untuk mencapai suatu kehidupan yang lebih baik dan sempurna.

25 Tahun Berkarya Tanpa Lelah

 

25 th
SMAN 6 Denpasar telah berusia 25 tahun. Dengan usia perak ini SMAN 6 Denpasar terus mengusung visinya yakni menjadi SMA yang berkwalitas, unggul berlandaskan Tri Hita Karana dalam penyelamatan dan pelestarian lingkungan serta menghasilkan lulusan yang berilmu, berbudaya, beriman, terampil serta mampu bersaing di tingkat nasional dan global.

 

Berkarya selama 25 tahun tanpa lelah, itulah yang telah ditunjukkan oleh semua komponen pengelola SMAN 6 Denpasar. Selama 25 tahun sekolah ini terus mengemban misi-misinya yakni; Membangun kultur sekolah bernuansa Tri Hita Karana yakni membangun keseimbangan hubungan manusia dengan khaliknya, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan lingkungan, Mendorong warga sekolah beraktifitas dalam usaha-usaha mengembangkan, menyelamatkan, dan melestarikan lingkungan, Memberdayakan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran dalam mewujudkan wawasan Wiyata Mandala, Meningkatkan kualitas pembelajaran secara kreatif, inovatif, dan menumbuhkan daya saing untuk berprestasi, Meningkatkan kualitas organisasi dan manajemen sekolah dalam menumbuhkan semanagat keunggulan dan kompetitif, Meningkatkan kualitas kompetensi guru dan pegawai dalam mewujudkan standar pelayanan minimal, Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan parasarana pendidikan dalam mendukung penguasaan IPTEK dan Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas pembinaan kesiswaan dalam mewujudkan disiplin dan kemandirian.

SMAN 6 Denpasar baru saja merayakan 25 tahun atau pesta perak pada Senin 25 Juli 2011 lalu yang berlangsung meriah di panggung terbuka Ardha Candra Taman Budaya Denpasar yang dihadiri Wakil Walikota IGN Jaya Negara, Plt. Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar IGN Edy Mulya serta para undangan dan komponen pengelola SMAN 6 Denpasar termasuk para siswanya.

Dalam rangka 25 Tahun SMAN 6 Denpasar, berbagai kegiatan telah diselenggarakan antara lain aksi peduli sampah plastik dan bersih pantai atau clean beach di Pantai Sanur. Aksi peduli sampah plastik melibatkan ratusan siswa di 15 SD, SMP dan SMA/SMK di lingkungan Sanur. Aksi clean beach ini dimulai dari Pantai Matahari Terbit menuju arah utara hingga Padanggalak dan ke selatan berakhir di Inna Grand Bali Beach. Sedangkan para alumni melakukan kegiatan safari kesehatan bersama siswa, guru dan masyarakat luas, termasuk melakukan donor darah dan pemeriksaan mata secara gratis. Alumni juga memiliki program khusus menyasar guru SMAN 6 Denpasar yang memerlukan operasi katarak.