SMKN 2 Sukawati

Mendidik Para Siswa untuk Berbudaya
Tuesday, January 10th, 2012
berbudaya
SMKN 2 Sukawati di Kecamatan Sukawati, Gianyar terus berpacu dalam prestasi. Berbagai penghargaan dan gelar kejuaraan telah digaet oleh salah satu sekolah kejuruan yang punya nama besar di Bali ini. Sekolah ini bertekad mendidik para siswanya agar menjadi insan pekerja yang memiliki mental BERBUDAYA. Nah, apa maksudnya?
BERBUDAYA adalah motto yang dikibarkan oleh SMKN 2 Sukawati. Sekolah ini berkomitmen melaksanakan pembelajaran dengan sebaik-baiknya, budi pekerti yang suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan, daya upaya melakukan perbaikan berlanjut, yakin dan percaya akan kemampuan memanfaatkan semua fasilitas, SDM yang efektif, efisien dan berhasilguna.
Sekolah yang beralamat di Jalan SMKI Kampus SMK Batubulan Kelurahan Batubulan Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar Provinsi Bali ini dikelola oleh guru dan karyawan yang profesional. Ada 83 orang guru tetap dan 39 guru tidak tetap dengan rasio jumlah guru berbanding jumlah siswa adalah 1:9,15%. Selain tenaga guru SMKN 2 Sukawati juga dikelola oleh tenaga  khusus tata usaha sebanyak 12 orang, tenaga keamanan 1 orang, 1 orang petugas kebersihan, 1 orang penjaga kantin dan 1 orang  tukang kebun.
SMKN 2 Sukawati menyelenggarakan sejumlah program keahlian lengkap dengan kompetensinya yaitu: Program Keahlian Desain dan Produksi Kria Kayu, Program keahlian Desain dan Produksi Kria Logam, Program Keahlian Desain dan Produksi Kria Keramik, Program Keahlian Desain dan Produksi Kria Tekstil, Program Keahlian Multimedia, Program Keahlian Jasa Boga, Program Keahlian Busana Butik, Program Keahlian Akomodasi Perhotelan
SMKN 2 Sukawati mempunyai visi cemerlang yakni; Terwujudnya SMK bertaraf Internasional yang cerdas, produktif dan kompetitif berbasis seni budaya. Misi yang diemban  adalah; Meningkatkan citra Sekolah Menengah Kejuruan, Melaksanakan pembelajaran yang bertaraf Nasional dan Internasional berbasis keunggulan seni dan budaya, Menghasilkan tamatan yang cerdas, produktif, kompetitif dan berbudi luhur, Menjalin kerjasama dengan Stakeholder di tingkat  Nasional, Regional dan Internasional, Mewujudkan SMK Negeri 2 Sukawati sebagai Regional Center dalam pengembangan IPTEK yang berbasis seni budaya dan, Memberdayakan lingkungan sekolah dalam mewujudkan Wawasan Wiyata Mandala.
Terus Berpacu Dalam Prestasi
prestasi
SMKN 2  Sukawati  seolah  enggan berhenti untuk berprestasi. Hampir setiap ajang lomba SMKN 2 selalu meraih prestasi. Di ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMKN 2 Sukawati telah membuktikan diri sebagai SMK yang punya bobot  keahlian tak dipandang sebelah mata. Tak heran jika sekolah ini sering menerima kunjungan SMK dari berbagai  provinsi di Indonesia.
Seperti terjadi Senin, 19 Desember 2011 lalu. Sejumlah 24 guru SMK,SMA/MA dan pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur berkesempatan berkunjung ke SMKN 2 Sukawati. Rombongan langsung diterima oleh Kepala Sekolah SMKN 2 Sukawati bersama para guru. Rombongan dari Kabupaten Berau yang beribukota di Tanjung Redep ini  berkesempatan  tukan pengalaman dengan para guru SMKN 2 Sukawati serta berkesempatan pula untuk melihat  lingkungan sekolah yang tertata apik ini.
Rombongan  berkesempatan melihat ruang produksi SMKN 2 Sukawati bahkan sempat  berbelanja. Salah seorang dari rombongan SMK,SMA/MA Kabupaten Berau yang dimintai komentar mengatakan iri dengan keberadaan SMK yang ada di Bali khususnya di SMKN 1 dan SMKN 2  Sukawati. Dari aspek sarana, proses belajar mengajar, ketersediaan tenaga kependidikan jauh lebih baik dibandingkan dengan keberadaan SMKN di Kabupaten Berau.
Salah seorang guru SMKN 2 Sukawati  I Wayan Wirdana,S.Pd, M.Pd  mengakui  SMKN 2 Sukawati  memang sering mendapat kunjungan  dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya dari Jawa, Kalimantan dan Sumatera. ”Kami bangga karena SMKN 2 Sukawati sering mendapat kunjungan dari berbagai daerah. SMKN 2 Sukawati menjadi tempat studi banding dan ini membuktikan bahwa sekolah ini sudah dikenal di nusantara,” ujar alumnus Program Magister Undiksha  Singaraja ini.
Khusus di ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS)  SMKN 2 Sukawati telah meraih prestasi  membanggakan baik di tingkat Kabupaten Gianyar, tingkat Provinsi Bali  maupun tingkat  nasional. Di lomba LKS  tingkat Nasional  tahun 2010  lalu para  siswa SMKN 2  Sukawati  menyumbangkan  dua medali emas dari 3 medali emas yang diraih  Provinsi Bali. Pada LKS XVIII yang digelar di Arena Pekan Raya Jakarta 12-17 Mei 2010 tahun lalu dua siswa SMK Negeri 2 Sukawati meraih medali emas di ajang bergengsi itu.
Medali emas untuk bidang lomba Jewellry diraih oleh I Wayan Tangkas Putrayasa dari Program Keahlian Kria Logam. Ia telah berjuang keras dalam meningkatkan kompetensinya dibawah bimbingan gurunya I Putu Budiarta, S.Pd. Untuk bidang lomba Keramik, I Wayan Gede Sutarma berhasil meraih medali emas di bawah bimbingan Drs. I Komang Gede Widana Dusak.
Pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) XIX  2011  yang berlangsung di Arena Parkir Timur Senayan Jakarta  22 – 24  November  2011 lalu  dua  siswa SMKN 2 Sukawati  juga meraih prestasi, kali  ini  satu emas dan satu medali perunggu. Untuk mata lomba program keahlian keramik I Made Krisna Bayu berhasil merebut medali emas. Khrisna mendapat bimbingan dari guru pembimbingnya I Wayan Regreg,S.Pd. Sedangkan medali perunggu untuk mata lomba keahlian kria kayu  diraih oleh I Komang Kertayasa, siswa program keahlian Kria Kayu dibawah bimbingan gurunya I Gusti Ngurah Wija, ST.
Ditemui  di  SMKN 2  Sukawati  Senin 19 Desember 2011 lalu  guru  pembimbing program  keahlian kria kayu Gusti Ngurah Wija, ST membenarkan para siswa SMKN 2 Sukawati memang  meraih prestasi bergengsi di ajang LKS XIX  2011 bulan November 2011 lalu di Jakarta. Kata dia, hampir setiap tahun SMKN 2 Sukawati mengikuti ajang LKS baik di tingkat  Kabupaten Gianyar, tingkat Provinsi  Bali dan tingkat  nasional. Di tingkat kabupaten Gianyar dan Provinsi Bali para siswa SMKN 2 Sukawati sering memetik medali emas. Sedangkan di tingkat nasional, dua tahun terakhir ini  para siswa SMKN 2 Sukawati merebut medali emas dan perunggu. Tahun sebelumnya merebut juara harapan.