Sukseskan Wajar 12 Tahun

Tuesday, June 17th, 2014
Gubernur Bali saat diwawancara media
Gubernur Bali Made Mangku Pastika usai memimpin upacara pengibaran bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional Jumat (2/5) menegaskan Pemerintah Provinsi Bali terus berkomitmen untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun dan selanjutnya menyukseskan wajib belajar 12 tahun.Gubernur tegaskan upaya pemerataan pendidikan di Bali akan terus dilakukan di seluruh wilayah.

Menurut Gubernur perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan dibuktikan dengan alokasi dana APBN maupun APBD untuk pendidikan yang jumlahnya cukup besar. Sektor pendidikan di Bali menjadi perhatian pemerintah karena melalui pendidikan dihasilkan sumber daya manusia untuk membangun Bali di masa depan.

Meski demikian, kata Gubernur, masih ada sejumlah kendala yang dihadapi dunia pendidikan di Bali yakni angka drop out yang masih tinggi. Di wilayah terpencil seperti di Karangasem, Kintamani, Bangli atau Buleleng banyak anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP atau SMA. Gubernur menyinalir, hal itu sangat terkait dengan pola pandang orangtua yang menjadikan anak sebagai sumber penghasilan. Asal secara fisik sudah memungkinkan, orangtua menganggap anaknya tak perlu sekolah karena sudah bisa mencari nafkah. Gubernur menegaskan upaya untuk menyukseskan Wajar 9 Tahun dan Wajar 12 Tahun akan terus dilakukan tentu dengan dukungan dana yang memadai dan ditingkatkan dari tahun ke tahun.

Kadisdikpora Provinsi Bali saat diwawancara media
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani mengatakan sektor pendidikan di Bali merupakan kebutuhan masyarakat yang harus mendapat perhatian pemerintah. Ia mengharapkan pemerintah terus mendukung dunia pendidikan dengan dana APBN maupun APBD yang jumlahnya terus ditingkatkan.
Selain itu, kata TIA Kusuma Wardhani, upaya untuk menyukseskan Wajar 12 Tahun terus dilakukan pemerintah. Misalnya dengan program Bidikmisi dan pemberian beasiswa bagi siswa mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi terutama yang berprestasi namun keluarganya secara ekonomis tak mampu membiayai.Pemerintah juga mendirikan sekolah gratis bagi siswa berprestasi misalnya SMA Bali Mandara di Kubutambahan Buleleng yang anak-anaknya cemerlang secara akademik namun keluarganya tak mampu secara ekonomis.

Selain SMA, menurut TIA Kusuma Wardhani, pemerintah juga membangun SMK Bali Mandara di Kubutambahan Buleleng yang bertujuan mendidik anak-anak berprestasi dari keluarga miskin agar mereka mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. SMK Bali Mandara akan beroperasi pada tahun ajaran 2015 mendatang. TIA Kusuma Wardhani berharap agar semua insan pendidikan tetap berkomitmen untuk menciptakan dunia pendidikan yang berkualitas, profesional dan bermartabat.