Tanya-Jawab Bersama Muhammad Alwi*)

Tuesday, April 3rd, 2012

pak awi
GURU

 

Apakah perlu sekolah mengadakan tes IQ dan EQ untuk guru-guru di sekolahnya agar kemampuan guru-guru tersebut terukur sehingga kepala sekolah mudah memilah tugas untuk bawahannya? (Ni Putu Dwika Darmadewi, S.Pd - Guru Fisika SMAN 1 Amlapura)

Boleh-boleh saja untuk mengadakan tes-tes itu, walaupun untuk kondisi saat ini saran saya lebih baik kalau tes itu adalah test Multiple Intelligence (MI), sebab tes IQ hanya melihat 3 kecerdasan dominan (Logis-Matematis, Linguistik, dan Visual Spatial). Sedangkan EQ itu sebenarnya bisa tercakup di MI, yaitu gabungan kecerdasan Interpersonal (cerdas bergaul) dan Intrapersonal (kemampuan refleksi diri).

Pengelompokan atau kelas jika berdasarkan keahlian/kemampuan siswa yang sudah diketahui melalui tes apakah tidak menambah sulit bagi guru untuk pembuatan administrasinya? Karena antara siswa kelas A dan kelas B akan memiliki kemampuan akademik yang berbeda-beda, jelas administrasi gurupun akan berbeda pula. (Ni Wayan Sriwati, S.Pd - Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Amlapura)

Mungkin kekhawatiran Ibu ada benarnya, sebab kesannya ada dua kelas yang berbeda. Sebenarnya tidak juga. Yang berbeda kelas A dan kelas B itu adalah strategi mengajarnya, desain mengajarnya. Dan dalam kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang sekarang ini dilakukan sebenarnya juga sudah mengakomodir Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) hanya kurang lengkap dan tidak ada data kecerdasan siswa sehingga guru tidak punya data untuk menyamakan kecerdasan siswa dengan gaya mengajar guru. Bila itu sama maka informasi akan mudah di-download oleh siswa, sebab kecenderungan kecerdasannya diberikan oleh guru yang mengajar dengan cara itu.

Bagaimana cara mengetahui kemampuan seseorang, apakah orang itu dominan menggunakan otak kiri atau kanan? (Nyoman Adi Suwitra, S.Pd - Guru Kimia SMAN 1 Amlapura)

Kita bisa menggunakan cara sederhana yang pernah saya sampaikan di SMA Bapak dengan melihat ibu jari (tomb). Kalau saat kita mengkatubkan kedua tangan kita (kanan-kiri) lalu kita lihat di mana ibu jari yang paling atas? Bila yang atas kanan, maka ia berorientasi otak kiri, demikian sebaliknya. Atau dengan tes kuesioner tertentu.

Bagaimana cara mengetahui minat belajar siswa yang berbeda-beda? (Drs. I Ketut Bawa - Guru SMAN 1 Amlapura)

Minat atau kecenderungan kecerdasan? Bila yang dimaksudkan kecenderungan kecerdasannya (open brain-nya), maka paling mudah dan akurat adalah dengan tes-tes OMI (Observasi Multiple Intelligence). Sehingga kita bisa mengetahui 8 kecerdasan mana yang dominan dimiliki anak itu, mulai dari 1) Linguistik, 2) Logis-Matematis, 3) Visual-Spatial, 4) Musik, 5 ) Kinestetik, 6) Interpersonal, 7) Intrapersonal, 8) Naturalis.

1. Apakah dampak yang diharapkan dengan diadakannya pengenalan terhadap topografi otak di lingkungan sekolah, khususnya menyangkut aktivitas belajar mengajar?

2. Apakah dengan memahami pengetahuan otak dan optimalisasinya dapat sedemikian rupa memberikan perubahan secara langsung terhadap kehidupan?

(Sang Made Ari Jayadiputra, S.Pd - Guru IT SMAN 1 Singaraja)

Guru, sekolah, dan pendidikan itu berhubungan dengan informasi, dengan perubahan yang relative permanen, dan itu semua berhubungan dengan komputer kita yang namanya otak. Apakah kita tahu jalan kerja, kapasitas, kesukaan, dan ketidaksukaannya? Misalnya, otak itu senang dengan file, ekstensi kalau dalam istilah komputer dengan format JPG atau MPEG (artinya senang dengan gambar dan film), sehingga informasi yang masuk dengan ada tambahan gambar, film akan lebih lengket dibandingkan dengan format docx (linguistik, kata-kata saja). Contoh lain, otak kita dibagi menjadi 3 wilayah menurut Paul McLean, yaitu Otak Reptile (paling rendah, paling awal tumbuh), Sistem Limbik (otak tengah, emosi, perasaan, dst.), dan yang paling atas adalah Otak Kortek (otak berpikir). Dan kita harus tahu bahwa bila otak reptile belum aman, belum kenyang, tidak diberi makan cukup, maka jangan diharapkan otak berpikirnya akan bekerja. Bila guru killer, suasana kelas tidak nyaman (panas, lapar, tegang, dst.), maka otak berpikir tidak akan berfungsi dengan baik. Bagaimana kalau kita berkecenderungan otak kanan (senang global) atau kiri (senang rinci), dst. Selengkapnya bisa dilihat di buku saya: Belajar Menjadi Bahagia dan Sukses Sejati, Implementasi Multiple Intelligence dalam Keluarga, Lembaga Pendidikan dan Bisnis. Elexmedia Kompas-Gramedia, 2011.

SISWA

siswa
Saya pernah baca di internet, cara kerja otak sebenarnya sangat luar biasa. Bagaimana caranya mengoptimalkan cara kerja otak untuk mempermudah menyerap dan memahami materi pelajaran di sekolah? (Indra Mahendra, SMAN 6 Denpasar)

 

Memang benar sekali, otak kita katanya mampu menyerap lebih dari 500 triliun buku yang setiap buku itu tebalnya 500 halaman. Dan ada yang mengatakan bahwa informasi yang masuk ke dalam otak kita itu katanya tidak hilang, yang ada adalah kita tidak mampu mengingat, recalling (pemanggilan kembali). Biasanya kita mengeluh karena apa yang kita baca, kita pelajari hilang semua. Padahal tidak. Terbukti sering kali kita berkata, “Ah, sepertinya aku pernah mendengar informasi ini, dst.” Atau anak A yang pernah diajar materi X lalu lupa, kemudian anak A dan anak B diajar materi X lagi. Kemungkinan besar anak A akan lebih ingat materi itu dibandingkan anak B. Bagimana supaya mudah menyerap, memahami? Jawabnya, berilah clue (petunjuk, tanda, simbol) pada informasi yang masuk di belantara luas yang namanya otak. Dengan clue berupa gambar, warna, emosi, musik, cerita lucu, dll., maka kita akan dapat petunjuk di mana informasi itu disimpan.

Bagaimana caranya memotivasi diri agar tidak mudah terpengaruh faktor eksternal, terutama pada saat dihinggapi perasaan yang sangat malas untuk belajar? (I Wayan Arsa Dana, SMAN 1 Bangli)

Motivasi itu pendorong untuk bertindak, melakukan. Dan orang akan termotivasi bila orang itu menginginkan sesuatu. Makin kita menginginkan sesuatu itu makin terdorong kita, maka kita perlu tahu apa yang kita inginkan. Karenanya tetapkanlah tujuan Anda. Bahkan tetapkanlah langkah-langkah kecil untuk mencapai tujuan itu. Pastikan tujuan itu dengan serinci-rincinya dengan metode SMART singkatan dari Spesific (jelas, rinci, pasti) Achievable (bisa diraih, tujuan yang terlalu mudah membuat malas berusaha demikian juga bila terlalu sulit) Measurable (terukur, sehingga kita bisa tahu apa sekarang saya mendekati keinginan saya atau malah menjauh), Relevant (masuk akal, jangan bercita-cita menjadi Habibie atau Einstein padahal Anda sekarang anak IPS kelas 3), dan Timed (ada ukurannya, ada waktunya. Kapan? Saya ingin menjadi dokter, maka ukurannya apa? Jelas itu membutuhkan masuk ke jurusan kedokteran saat lulus SMA. Persyaratannya apa? Masuk IPA saat SMA. Kemudian harus menguasai materi-materi tertentu, misalnya matematika, fisika, kimia, biologi, bahasa Inggris, dst.)

*) Guru/Dosen, Alumni Pasca Universitas Brawijaya Malang, UM Malang, studi lanjut di Departemen Psikologi. Motivator, Trainer SMI (Spiritual Multiple intelligence), CMI (Corporate Multiple Intelligence), Pendidikan Berbasis Topografi Otak dan Integrasi Multiple Intelligen dan KTSP. Menulis buku, "Belajar Menjadi Bahagia dan Sukses Sejati, Impelemntasi Multiple Intelligence di Keluarga, Lembaga pendidikan dan Bisnis” (Elexmedia, Kompas-Gramedia, 2011, 304 hal). Yang akan terbit; "Pendidikan Berbasis Topografi Otak, implementasi Integrasi Multiple intelligence dan KTSP".

Belajar Makin Asik Bersama Kartu As

 

matematika
Mata pelajaran apa yang paling sulit? Jika pertanyaan ini diajukan, mungkin sebagian besar pelajar akan menjawab matematika. Padahal matematika adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Meskipun dalam bentuk perhitungan sederhana, matematika tetap berperan penting dalam banyak hal

 

Saat ini banyak pelajar yang tidak mampu atau bahkan tidak mau mempelajari matematika karena merasa matematika sulit dan tidak menyenangkan. Hal ini disebabkan proses pembelajaran matematika yang salah dan sangat membebani pelajar. Kesalahan metode tersebut tentunya akan sangat berpengaruh terhadap motivasi dan semangat pelajar untuk mendalami suatu materi pelajaran. Tidak hanya matematika, pada mata pelajaran yang lain pun metode pembelajaran harus diterapkan semenarik mungkin agar hal-hal yang sulit dipahami menjadi lebih mudah diterima.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi belakangan ini, muncullah aplikasi-aplikasi yang khusus dikembangkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Tujuannya agar bahan ajar yang disampaikan menjadi lebih menarik. Telkomsel sebagai operator selular yang inovatif menjadi salah satu pelopornya. Sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan dunia pendidikan, Telkomsel selalu konsisten untuk mengembangkan aplikasi pendidikan berbasis teknologi, salah satunya adalah metode pembelajaran online yang bisa diakses oleh para guru dan pelajar yang sudah bergabung sebagai Sekolah Binaan Telkomsel dengan mengakses www.belajarasik.com.

Dengan bergabung menjadi Sekolah Binaan Telkomsel yang baru dirintis di Denpasar dan akan dikembangkan ke kabupaten lainnya di Bali, kini guru dan pelajar bisa menikmati fasilitas berupa akses khusus untuk terhubung ke aplikasi belajar online, di mana guru dan siswa bisa sharing informasi, berbagi pengetahuan melalui buku elektronik (e-book), diskusi online, hingga try out online di mana saja dan kapan saja. Hal ini tentu saja akan memudahkan guru untuk menyampaikan materi pelajaran tidak harus pada saat di sekolah saja namun bisa di luar jam sekolah.

Sebagai kelanjutan dari media pembelajaran online tersebut, telah dilakukan pelatihan terhadap para guru Sekolah Binaan Telkomsel. Pada awal tahun 2011, Telkomsel kembali mengundang ribuan siswa yang juga merupakan member Telkomsel School Community untuk mengikuti kegiatan Jawara BelajarAsik, di mana Telkomsel memperkenalkan metode pembelajaran online yang menyenangkan dan memudahkan untuk belajar di mana dan kapan saja.

Pada kesempatan tersebut dihadirkan salah satu pakar dalam dunia pendidikan khususnya matematika, yaitu Dr. Ir. Tedy Setiawan, M.M. yang berbagi ilmu mengenai betapa mudahnya belajar matematika menggunakan contoh soal, serta tips dan trik menjawab soal ujian nasional. Semua bahan ajar tersebut bisa di-download di www.belajarasik.com. Di akhir acara dilakukan try out online untuk pelajar yang diikuti oleh seluruh peserta. Jawara Belajarasik.com, Belajar Asik Cara Sang Juara!