A A Tias Sandya Dianti

Sutradara Teater yang Berkarakter
Saturday, June 7th, 2014
A A Tias Sandya Dianti
Tugas dan fungsi seorang sutradara sangat penting eksistensinya dalam sebuah pertunjukan teater. Posisi sutradara teater modern berada pada kekuatan kontrol untuk mempersatukan seluruh unsur produksi sebuah lakon. Mereka memiliki multi fungsi dan orang-orang dengan multi bakat. “Seorang sutradara haruslah memiliki tingkat intelektual dan kepekaan rasa yang tinggi sehingga pementasan dapat berlangsung dengan kualitas tinggi pula” ungkap dara cantik bernama lengkap A. A. Tias Sandya Dianti saat diwawancara IMOB Educare.

Menurutnya sutradara yang berkarakter memerlukan kualitas sikap yang lebih paternalistik. Ia harus membimbing, mendukung, dan memperkuat mereka yang terlibat dalam produksi. Bagus tidaknya sebuah pementasan tergantung pada sutradara. Gadis berambut panjang yang akrab disapa Tias ini lahir di lingkungan keluarga pecinta seni. Jadi tak heran bila remaja kelahiran Badung, 16 April 1997 itu menyukai dunia seni, salah satunya seni teater. Tak tanggung-tanggung ia berseni teater sebagai sutradara berkarakter yang diakui dengan gelar Sutradara terbaik tingkat Nasional pada Festival Teater Nasional 2013 lalu. Kemampuan di bidang seni teater itu diasahnya melalui organisasi Teater Remaja Smansaku (TERAS).

Akankah berhenti sebagai sutradara saja? ternyata remaja yang tercatat sebagai siswa Kelas XI IPA 4 SMAN 1 Kuta (Smansaku) itu juga memenangkan gelar juara di bidang seni yang lainnya. Kejuaraan itu seperti sudah dikoleksi saja, yaitu Juara III Sloka dan Juara I Pidarta Bahasa Bali di tahun 2011. Kemudian di tahun 2013, putri pasangan A. A. Putu Mayun dan A. A. Rai Dayanti itu kembali mengumpulkan sederet penghargaan yaitu Juara I Parmawacana, Juara I Palawakya, dan Juara I Baca Puisi yang ketiganya tingkat Kabupaten Badung.

Di bidang akademik, ia juga menunjukkan bahwa dirinya adalah kebanggaan bagi orang tuanya. Sejak duduk di bangku kelas 1 hingga kelas 6 SD, ia tak pernah absen menduduki juara I. Dan tahun lalu, ia mendapat Juara II Kelas. Cita-cita alumni SMP 1 Kuta Utara ini sangat sederhana. Ia ingin menjadi kebanggaan orang tuanya, terlepas dari keinginannya berprofesi sebagai pramugari. Dilihat dari prestasinya, Tias sudah menjadi seorang dara cantik yang mampu membuat orang tuanya berdecak kagum. Bagaimana tidak, tahun 2013 lalu ia dinobatkan sebagai Jegeg Smansaku.

Saat ditanya mengenai kesan selama bersekolah di Smansaku, remaja yang tinggal di Banjar Gaden, Kerobokan Kaja itu menyatakan senang bersekolah di sana karena guru-gurunya banyak memberikan pengalaman hidup yang berharga baginya. Hal ini menyangkut dengan pendapatnya tentang remaja masa kini yang menurutnya perlu mendapat pengetahuan yang real sehingga mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, mengenai UN Tias menyatakan bahwa UN sebenarnya perlu diadakan dengan baik dan tepat. Tapi, rasanya tidak pas jika nilai UN yang digunakan sebagai standar karena seolah belajar selama 3 tahun sementara yang menjadi patokan hanya 4 hari UN itu.Saat ini selain mengikuti organisasi Teater TERAS, Tias juga aktif dalam organisasi Semeton Jegeg Bagus, HSPC, SHINDU, KPB, dan Jegeg Bagus Smansaku.