Try out SMA/SMK Lancar

Paket 20 Soal Membingungkan Namun Menyenangkan
Tuesday, March 5th, 2013
try out
Selama empat hari mulai Senin 11 Pebruari sampai Kamis 14 Pebruari 2013 ribuan siswa SMA dan MA di Provinsi Bali mengikuti Try out atau Ujian Pemantapan. Sedangkan ribuan siswa SMK mengikuti try out selama tiga hari mulai Senin 11 Pebruari sampai Rabu 13 Pebruari 2013.

Data yang diperoleh dari Pranata Kehumasan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali menyebutkan sebanyak 48.454 siswa SMA, MA dan SMK di Provinsi Bali mengikuti try out yang dilaksanakan serentak di delapan kabupaten dan satu kota di Provinsi Bali. Namun saat try out dilaksanakan masih terdapat para siswa yang tidak mengikuti dengan berbagai alasan, terutama alasan sakit.

Try out yang diselenggarakan secara serentak ini selain sebagai salah satu upaya untuk mengukur kemampuan siswa sebelum mengikuti ujian nasional juga untuk memperkenalkan sistem 20 paket soal yang akan diterapkan pada Ujian Nasional 2013 yang diagendakan akan berlangsung 15 April 2013 mendatang. Pada ajang try out 11-14 Pebruari 2013 lalu memang diterapkan sistem 20 paket soal tersebut sehingga para siswa tidak bisa melakukan kecurangan.

Pengenalan sistem 20 paket soal pada ujian pemantapan tingkat SMA,MA dan SMK di Bali memang masih memperlihatkan sejumlah permasalahan. Beberapa peserta try out di SMAN 1 Kuta Selatan misalnya mengakui pada hari pertama memang sangat membingungkan. Demikian pula sejumlah siswa-siswi di SMKN 3 Denpasar mengaku penerapan sistem paket 20 soal dalam satu kelas cukup membingungkan namun semuanya bisa diatasi karena kesigapan panitia penyelenggara.

Seorang peserta di SMAN 3 Denpasar mengaku selama berlangsungnya try out para peserta fokus pada pengerjaan soal masing-masing dan tak ada saling tanya atau menyontek. Hal ini karena dalam satu kelas ada 20 peserta dengan soal yang berbeda. Siswa tersebut mengaku setuju dengan sistem tersebut sehingga hasil ujian benar-benar murni hasil belajar siswa, bukan hasil menyontek. Ia bahkan mengaku penerapan sistem 20 paket soal saat try out sangat menyenangkan.

Di Kabupaten Badung ujian pemantapan SMA, MA dan SMK diikuti oleh 5.864 siswa-siswi yang tersebar di 46 SMA/SMK. Menurut Kabid Pendidikan Disdikpora Kabupaten Badung I Made Mandi,S.Pd,M.Pd secara umum pelaksanaan try out di Badung berjalan normal. Selain mengikuti try out yang diselenggarakan Disdikpora Provinsi Bali, para siswa juga akan mengikuti try out yang diselenggarakan oleh Disdikpora Kabupaten Badung dengan materi soal dari MGMP. Sebanyak 2.964 siswa SMA dari 16 sekolah dan 2.910 siswa SMK dari 17 sekolah akan mengikuti try out pada 27 Pebruari sampai 1 Maret 2013.  gus


Ujian Nasional 2013
Naskah Soal dan Lembar Jawaban Disatukan

try out
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI terus melakukan persiapan dalam menyuk­­­ses­kan penyeleng­garaan Ujian Nasional tahun 2013 ini. Termasuk persiapan pen­cetakan lembar soal dan lembar jawaban yang akan disatukan.

Seperti telah diberi­takan media massa cetak maupun elektronik, Kepala Balitbang Kemendikbud RI Khai­ril Anwar
Notodiputro menjelaskan Badan Penelitian dan Pengembangan serta Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah meng­gelar tender penggandaan naskah soal dan lembar jawaban ujian nasional (LJUN) 2013. Peng­gandaan naskah soal menjadi hal yang sangat penting me­ngingat Kemendikbud sepakat menyiap­kan 20 jenis soal Ujian Nasional untuk tingkat SMP dan SMA, MA dan SMK. Dengan demikian 20 peserta ujian dalam satu kelas akan mengerjakan soal yang berbeda.

Hal baru pada Ujian Nasional 2013 ini adalah naskah soal dan lembar jawaban menjadi satu kesatuan atau tak terpisah. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kebocoran soal. Naskah soal dan lembar jawaban dilengkapi dengan barcode atau kode khusus yang sama antara lembaran soal dan lembaran jawaban. Dengan demikian, jika para peserta ujian merasa lembaran soalnya rusak dan minta diganti maka yang harus diganti adalah lembaran soal dan lembaran jawaban.

Adapun tujuan penyatuan lembaran soal dan lembaran jawaban adalah agar siswa tidak bisa saling menukar lembar jawaban. Jika lembar jawaban ter­tukar dan kode naskahnya tidak sama maka lembar jawa­ban dengan sendirinya tak bisa diproses. Sepanjang Ujian Nasional berlangsung jika ada siswa yang melakukan kecurangan maka sanksi yang diberikan adalah peringatan, dikeluarkan dari ruang ujian dan bahkan bisa terjadi pembatalan ujian pada mata pelajaran yang sedang diikuti siswa. Karena itu para siswa di­ingatkan sejak sekarang agar tidak melakukan kecura­ngan selama ujian nasional berlangsung.

Sanksi berat juga tidak hanya diberikan kepada siswa peserta ujian nasional yang melakukan kecurangan. Para guru yang mengawas pun akan diberikan sanksi yang berat. Sanksi bisa dijatuhkan pada pengawas apabila diketahui pengawas tertidur, merokok, memberi contekan pada siswa, membantu peserta ujian dalam menjawab soal dan menyebarkan kunci jawaban.

Bagaimana menurutmu de­ngan sistem baru tersebut? Akan meminimalisir kecu­rangan, bukan? Kirimkan komentar/ pendapatmu via SMS ke 5667 dengan cara ketik IMOBEDU <spasi>UN<spasi>Komentarmu. Berlaku untuk pengguna telkomsel dengan tariff 1000+ppn/SMS.  gus