Tuntaskan Wajib Belajar 9 Tahun dan PMU

Friday, July 4th, 2014
Seorang jurnalis muda di Denpasar berseloroh, suatu saat nanti Indonesia akan menjadi negara maju dan modern di dunia karena sumber daya manusia yang menjadi kunci kemajuan semuanya terpelajar.Suatu saat nanti sumber daya manusia Indonesia mulai dari petani, buruh, pekerja kasar, sopir, dan sebagainya minimal berpendidikan setingkat SMP sampai SMA.

Seloroh tersebut bukan sekedar bualan belaka tetapi akan menjadi kenyataan. Pasalnya Indonesia kini sedang gencar melaksanakan program wajib belajar 9 tahun (Wajar) dan program pendidikan universal (PMU). Bahkan program Wajar 9 tahun tersebut segera tuntas dan dimulai dengan program wajib belajar 12 tahun. Bali pun tak mau ketinggalan dan bertekad untuk menuntaskan Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun dan Pendidikan Menengah Universal (PMU). Pemerintah Provinsi Bali juga siap memasuki era baru, melaksanakan program wajib belajar 12 tahun. Jadi dengan menyukseskan program Wajar 9 Tahun, Pendidikan menengah Universal maupun Wajar 12 Tahun maka sumber daya manusia di pulau Bali semuanya berpendidikan menengah atas.

Dalam surat edaran Disdikpora Bali Nomor: 422.1/6089/Disdikpora ditegaskan juga tentang pentingnya menuntaskan wajib belajar 9 tahun dan pendidikan menengah universal. Untuk itu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota di Provinsi Bali diminta melakukan pendataan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan Pendidikan Menengah Universal secara akurat. Para Kadisdikpora Kabupaten/Kota diwajibkan untuk merencanakan penerimaan peserta didik baru dengan saksama sehingga semua peserta didik lulusan SD/MI terserap di SMP/MTs dan lulusan SMP/MTs terserat di SMA/MA dan SMK termasuk peserta didik yang tidak melanjutkan pada tahun pelajaran sebelumnya agar terserap.
Bahkan lulusan Kejar Paket A harus diterima di SMP/MTs dengan mengoptimalkan daya tampung SMP regular, MTs regular, kelas jauh, SMP Terbuka, SD-SMP Satu Atap dan Kejar Paket B. Demikian juga lulusan Kejar Paket B diserap pada jenjang pendidikan SMA/MA, SMK dan Paket C dengan mengoptimalkan daya tampung pada SMA regular, SMK regular, SMP-SMA satu atap dan Kejar Paket C.

Peluang terbuka bagi para siswa yang karena berbagai alasan tidak menikmati pendidikan di sekolah regular sesuai dengan usia yang sebenarnya.Sesuai Peraturan Bersama Antara Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Agama Nomor 04/VI/PB/2011, Nomor MA/111/2011 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman kanak-Kanak/Raudhatul Athfal/Bustanul Athfal dan Sekolah/Madrasah, Pasal 5 ayat (1) tentang persyaratan calon peserta didik baru kelas I (satu) pada SD/MI butir a menyebutkan telah berusia 7 tahun sampai dengan 12 tahun wajib diterima. Jadi bagi anak-anak yang berusia 12 tahun masih bisa bersekolah di SD regular.Pasal 6 ayat (1) persyaratan calon peserta didik baru kelas 7 SMP/MTs butir c menyebutkan berusia paling tingga 18 tahun pada awal tahun pelajaran baru. Jadi anak-anak yang tamat SD/MI atau Program Paket A yang telah berusia 18 tahun masih bisa menikmati pendidikan di SMP/MTs regular.
Sedangkan Pasal 7 ayat (1) persyaratan calon peserta didik baru kelas 10 SMA/MA butir c menyebutkan, berusia paling tinggi 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru. Jadi teman-teman yang memiliki ijasah SMP/MTs dan Program Paket B yang berusia 21 tahun berkesempatan menikmati pendidikan di SMA/MA regular. Ayat (3) persyaratan calon peserta didik baru kelas 10 SMK/MAK butir c menyebutkan berusia paling tinggi 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru. Dengan demikian teman-teman yang berusia 21 tahun pun berkesempatan menikmati pendidikan regular di SMK/MAK. Tentu saja dengan memenuhi berbagai persyaratan.

Soal usia juga ditegaskan dalam Surat Edaran Kadisdikpora Provinsi Bali Nomor 422.1/6089/Disdikpora tanggal 13 Mei 2014. Peserta didik baru yang diterima di SD usia 7 sampai 12 tahun wajib diterima, SMP/MTs usia 13-18 tahun wajib diterima, SMA/MA dan SMK/MAK usia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru wajib diterima. Tentu juga harus memenuhi sejumlah persyaratan. Yang tak kalah menarik adalah lulusan Kejar Paket A bisa diterima di SMP/MTs regular dan lulusan Kejar Paket B dapat diterima di SMA/MA dan SMK regular.
Saat ini para siswa baru tentu sudah diterima di berbagai sekolah negeri maupun swasta. Pertanyaan penting adalah apakah sekolah-sekolah regular mulai jenjang SMP sampai SMA/MA dan SMK benar-benar konsekwen melaksanakan Surat Edaran Kadisdikpora Provinsi Bali tersebut? Apakah sekolah-sekolah regular juga tidak melanggar Petunjuk pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran 2014/2015? Nah, jawabannya kembali ke sekolah masing-masing.