The Ubud Royal Weekend 2014

Saturday, June 7th, 2014
The Ubud Royal Weekend
Sabtu 31 Mei 2014, Puri Ubud menggelar Pekan Seni dan Budaya yang dikenal dengan The Ubud Royal Weekend 2014. Acara ini digelar berkat kerjasama dengan Philip Kotler Center for ASEAN Marketing (PKCAM), Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Museum Puri Lukisan,dan Museum Marketing 3.0. Pagelaran akhir pekan ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Ubud dalam lingkup yang lebih luas.

Pada kesempatan ini Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Philip Kotler Center for ASEAN Marketing (PKCAM),dan Museum Puri Lukisan ingin memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam mempromosikan dan meningkatkan potensi pariwisata di Ubud. Pihak-pihak tersebut adalah Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto,SLANK, Ketua Himusba dan pendiri Agung Rai Museum of Art (ARMA) Anak Agung Gde Rai, serta seniman sekaligus pemilik Neka Art Museum Pande Wayan Suteja Neka.

Slank
Acara istimewa ini dimeriahkan dengan berbagai acara selama tiga hari berturut-turut mulai Jumat (30/5) sampai Minggu (1/6). Jamuan makan selamat datang dan pentas seni tari Bali persembahan Gita Mahardika menjadi pembuka rangkaian The Ubud Royal Weekend 2014 di hari pertama.
Hari kedua, The Ubud Royal Weekend 2014 dimeriahkan dengan perayaan Kuningan dan Galungan yang merupakan perayaan keagamaan terbesar umat Hindu di Bali. Para partisipan perayaan ini diajak untuk mendalami semangat Kuningan dan galungan. Mereka juga dilibatkan dalam lokakarya pembuatan penjor dan canang yang merupakan sarana upacara Hindu di Bali.

Membangun turisme yang berkelanjutan harus berbasiskan human spirit dan membuahkan engagement di kalangan para turis. Pada kesempatan ini, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar memaparkan strategi turisme untuk Indonesia berdasarkan semangat Marketing 3.0 . Paparan sembari makan siang ini dilaksanakan di Wantilan Museum Puri Lukisan.

Sebagai contoh konkret dari penerapan Turisme Marketing 3.0 ini adalah apa yang dilakukan oleh para putra penerus Puri Ubud khususnya dalam memelihara dan merawat spirit dan budaya Bali melalui Puri Saren. Puri Saren merupakan Puri yang mempertahankan rumah-rumah tradisional yang menjadi kediaman para penerus Puri Ubud . Puri ini juga menjadi simbol dan roh dari identitas masyarakat desa Ubud itu sendiri. Cerita tentang Puri Saren ini oleh tiga bersaudara kerajaan, yakni Tjokorda Gde Putra sukawati, Tjokorda Gde Oka Artha Ardana sukawati, dan Tjokorda Gde Raka Sukawati. Diskusi dipandu langsung oleh salah satu dari Tri Founder Philip Kotler Center for ASEAN Marketing (PKCAM) Hermawan Kartajaya .

Tak ketingalan, pada hari kedua, Andi F Noya hadir dalam sesi panel “ Off Air You Tube Show” yang menyajikan pandangan tentang keindahan dan potensi-potensi Ubud dari berbagai pandangan. Di sesi ini, hadir para panelis istimewa, antara lain Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto,SLANK,Anak Agung Gde Rai, dan seniman Pande Wayan Suteja Neka. Prijono Sugiarto pada kesempatan ini juga meresmikan New Astra Corner di museum Marketing 3.0 yang berada menyatu dengan lokasi Museum Puri Lukisan. PT Astra International Tbk merupakan satu-satunya perusahaan Indonesia yang ditampilkan di Museum Marketing 3.0 ini.

Sepeda Santai
Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk menggandeng SLANK untuk berkolaborasi dalam program Speedy Instan SLANK dengan melakukan konser di The Ubud Royal Weekend tersebut. Pada konser eksklusif kali ini, SLANK membawakan 13 lagu andalannya, termasuk tentunya lagu tentang Ubud dan Bali, yakni Tepi Campuhan dan Bali Bagus.
Terinspirasi dengan film “Eat, pray, love” yang dibintangi Julia Robert dan mengambil latar di Bali, partisipan pekan kerajaan ini diajak untuk melakukan tur sepeda mengelilingi Ubud yang sekaligus menandai diluncurkannya Love in Ubud Cycling Tour . Tur yang menampilkan adventure sekaligus untuk mengenal nature dan culture di Ubud ini dilaksanakan pada hari ketiga pagi hari. Inilah yang oleh Wamen Sapta Nirwandar disebut sebagai Turisme Marketing 3.0.

Ubud adalah sebagai pusat seni dan budaya yang menjadi magnet bagi banyak orang untuk datang dan tinggal. Banyak orang dari mancanegara yang tinggal di sana untuk menimba semangat seni dan budaya Ubud yang kemudian mereka ejawantahkan dalam berbagai seni . Salah satu seniman yang terinspirasi oleh Ubud adalah Daniel Ziv, seorang sutradara film. Daniel Ziv belakangan cukup kondang karena film documenter besutannya yang berjudul “jalanan.” Film yang menampilkan potret Jakarta dari sisi orang-orang pinggiran seperti pengamen ini baru saja menyabet penghargaan sebagai film documenter terbaik di Busan International Film Festival 2013. Dialog bersama Hermawan Kartajaya dan Sang Sutradara ini dimoderatori oleh Aldo Sianturi.