ULearn International

Bertandang ke Raja Ampat Papua Barat
Tuesday, October 11th, 2011

 

papua
ULearn International diundang oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Kepulauan Raja Ampat untuk sebuah pelatihan profesi pramuwisata dan kiat-kiat bisnis. Berikut ini laporan ditulis oleh Pemimpin Umum Imob Educare Ni Nyoman Tripitasih, S.Pd. Semoga bermanfaat.

 

Selama lima hari 12-16 September 2011, Yayasan ULearn International diundang resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat untuk memberikan pelatihan profesi Pramuwisata dan kiat-kiat berbisnis. Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang calon pramuwisata yang berasal dari empat pulau yang ada di Raja Ampat yaitu dari Pulau Waisai, Kepulaun Sula, Misol dan Batanta. Tujuan pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang harus dimiliki oleh calon pramuwisata sesuai dengan kompetensi profesinya.

Pelatihan berlangsung selama 40 jam dan 10 jam digunakan untuk ujian praktek di lapangan. Sisanya dilaksanakan dalam kelas dalam bentuk teori dan role play. Adapun materi pelatihan meliputi; pemahaman umum UU Kepariwisataan Indonesia, materi pemanduan wisata, sopan santun di meja makan yang diberikan oleh instruktur pemandu wisata Nyoman Kandia. Ia dikenal telah kenyang asam garam pariwisata selama 24 tahun. Sedangkan untuk pemahaman tentang kiat-kiat membangun bisnis dan motivasi kepemimpinan dalam dunia usaha diberikan oleh Nyoman Tripitasih yang adalah juga Direktur Yayasan ULearn International.

 

10
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Raja Ampat dengan pemukulan kendang, ciri khas asli Raja Ampat. Pejabat Kabupaten Raja Ampat sungguh menyambut kehadiran ULearn International untuk memberikan pelatihan dan kegiatan semacam ini. Bahkan kegiatan ini akan ditingkatkan terus setiap tahunnya agar Sumber Daya Manusia pariwisata Raja Ampat bisa diandalkan. Hal ini mengingat kepulauan Raja Ampat sudah dikenal masyarakat dunia sebagai sepuluh besar “diving” terbaik di belahan dunia dan untuk itu perlu dibarengi dengan pelayanan yang optimal dari para pramuwisatanya.

 

Pada acara penutupan dihadiri oleh orang nomor satu Kabupaten Raja Ampat bapak Markus sebagai Bupati Raja Ampat. Beliau sangat mendukung program pelatihan ini agar masyarakat di kabupaten yang dipimpinnya bisa terbuka wawasannya dan tak kalah dengan masyarakat Indonesia lainnya. Harapan Bupati Raja Ampat, dengan memberikan ketrampilan hidup diharapkan bahwa masyarakat bisa memiliki lapangan kerja dan mengurangi pengangguran untuk membrantas kemiskinan.knd