UN

Persiapkan Mental Peserta UN
Monday, March 24th, 2014
h3c

Salah satu penyebab peserta ujian nasional gagal dalam mengerjakan soal-soal ujian adalah karena tidak siap secara mental. Untuk itu para kepala sekolah dan para guru perlu memperhatikan aspek psikologis peserta didik dengan memberikan pembekalan agar mereka menghadapi ujian nasional dalam kondisi tidak tertekan.

Himbauan ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Drs. I Ketut Sudikerta,M.Si dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga TIA Kusuma Wardhani,SH,MM. Wagub Provinsi Bali meminta para guru untuk benar-benar menyiapkan peserta didik di sekolahnya masing-masing agar siap mengikuti Ujian Nasional baik siap secara mental maupun siap secara akademis. Wagub minta agar para guru dan para siswa tetap fokus pada Ujian Nasional meskipun pelaksanaan ujian nasional bulan April mendatang bertepatan dengan perhelatan politik Pemilu Legislatif. Ia minta agar para guru jangan sampai larut dalam politik dan mengabaikan persiapan siswanya menghadapi Ujian Nasional. Wagub juga tekankan bahwa tidak ada pungutan Ujian Nasional karena dana telah disiapkan oleh APBN.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani,SH,MM senada membenarkan, ujian nasional dilaksanakan masih dalam suasana Pemilu Legislatif. Sesuai jadwal, Pemilu Legislatif dilaksanakan Rabu 9 April 2014 sedangkan Ujian Nasional untuk jenjang SMA, MA, SMALB dan SMK dimulai Senin 14 April 2014. Pihaknya berharap agar para guru dan para siswa yang telah memiliki hak pilih untuk tetap menjalankan hak demokrasinya namun jangan sampai larut dalam euforia pesta demokrasi tersebut.

Tentang persiapan menghadapi Ujian Nasional Kadisdikpora Bali tegaskan, Bali telah melakukan persiapan-persiapan menghadapi ujian nasional, salah satunya adalah dengan menggelar Ujian Pemantapan. Ujian pemantapan digelar baik atas inisiatif sekolah-sekolah, Disdikpora Kabupaten/Kota dan Disdikpora Provinsi Bali. Soal-soal Ujian Pemantapan yang disiapkan oleh Disdikpora Kabupaten/Kota maupun Disdikpora Provinsi mengacu pada soal-soal Ujian Nasional dengan sistem paket 20 soal. Dengan demikian para peserta ujian pemantapan secara psikologis telah dibentuk agar mereka benar-benar mengikuti ujian nasional.

Kadisdikpora Provinsi Bali juga mengatakan ada keluhan, soal ujian pemantapan cukup sulit. Namun pihaknya berpendapat bahwa soal-soal ujian pemantapan disusun mengacu pada soal-soal ujian nasional sehingga tingkat kesulitannya juga mendekati tingkat kesulitan soal ujian nasional. Namun para peserta ujian tak perlu takut dan perlu ditumbuhkan rasa percaya diri dan tentu saja dengan belajar secara optimal. Kata dia, kalau ujian nasional sudah disiapkan secara optimal maka pasti akan lulus.

Tentang persiapan mental para siswa dalam menghadapi Ujian Nasional 2014, TIA Kusuma Wardhani mengatakan peserta didik juga perlu disiapkan untuk menghadapi berbagai situasi yang terjadi. Misalnya seperti pada Ujian Nasional 2013 lalu dimana terjadi banyak masalah yang cukup mengganggu. Ia mengharapkan masalah yang terjadi pada UN tahun 2013 lalu jangan sampai terulang lagi pada UN tahun 2014. TIA Kusuma Wardhani juga minta semua pihak untuk satu komitmen menyukseskan Ujian Nasional 2014 April mendatang