Warna Urin Sebagai Indikator

Level Hidrasi Tubuh
Thursday, February 27th, 2014
Urin

Hidrasi Vs Dehidrasi
Cairan dalam tubuh kita sejumlah 50-60% dari total berat badan. Cairan tubuh ini memiliki banyak fungsi penting, antara lain untuk mengangkut nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh, mengatur suhu tubuh, tempat produksi energi, pelumas pada sendi, dan bantalan penahan guncangan. Keadaan dimana kadar cairan tubuh seimbang disebut dengan hidrasi. Sedangkan dehidrasi berarti kekurangan cairan dalam tubuh. Cairan tubuh dapat keluar melalui air kencing (urine), tinja, keringat, dan pernafasan. Akan sangat berbahaya jika lebih banyak cairan yang keluar daripada cairan yang dikonsumsi. Tanda-tanda dehidrasi antara lain pusing, sulit berkonsentrasi, lelah, gelisah, pegal linu, nyeri, serta mudah emosi.
Penelitian The Indonesia regional Hydration Study tahun 2009 menunjukkan bahwa dehidrasi lebih banyak terjadi pada remaja (49,5%) dibandingkan kelompok umur lainnya. Studi lainnya di tahun yang sama menyatakan bahwa anak-anak yang minum air lebih banyak dari biasanya memiliki daya fokus visual lebih baik dibandingkan anak yang kurang minum. Bahkan anak yang kurang minum memiliki respon motorik yang lambat, serta gerak motorik kasar dan halus yang terganggu.
Ada yang mengatakan bahwa bibir kering pecah-pecah merupakan tanda dehidrasi. Ini memang tidak salah. Namun sebenarnya sebelum gejala ini tampak, tubuh telah mengalami dehidrasi. Cara yang paling mudah dan cepat untuk mengetahui level hidrasi tubuh adalah dengan melihat warna air kencing (urine) dan volumenya. Urine berwarna cerah dengan volume yang banyak menandakan level hidrasi yang baik. Sebaliknya tubuh mengalami dehidrasi ditandai dengan urin berwarna keruh dengan volume yang sedikit.
Terdapat tiga jenis dehidrasi, yakni :
Hypotonic  : tubuh kehilangan larutan elektrolit (natrium, kalium, klor, kalsium, fosfat).
Hypertronic  : tubuh kehilangan cairan.
Isotonic  : tubuh kehilangan cairan dan elektrolit.

Mengukur Kadar Hidrasi Tubuh
Profesor Armstrong dari USA memperkenalkan table 8 warna yang dapat mempermudah kita ngetahui kondisi hidrasi tubuh. Ini disebut PURI (periksa urin sendiri).

Tapi sebelum kalian memeriksa warna urin kalian, perhatikan beberapa catatan ini. Urin di pagi hari tidak dapat dijadikan penanda hidrasi tubuh, karena terjadi pemekatan warna selama tidur. Urin yang dinilai sebaiknya adalah urin yang keluar pertengahan aliran (mid-stream). Menilai warna urin juga sebaiknya bukan diruangan dengan pencahayaan lampu neon kuning agar tidak menimbulkan kesalahan baca. Ingatlah juga bahwa warna urin juga dipengaruhi oleh makanan serta obat-obatan yang dikonsumsi.

Cara Menjaga Kecukupan Cairan Tubuh
Banyak cara dapat kita lakukan untuk menjaga kecukupan cairan dalam tubuh, antara lain :
Minum secara rutin, jangan menunggu rasa haus itu muncul. Kita sering kali beraktifitas di ruangan ber-AC yang membuat kita malas minum karena hawa dingin dan tidak berkeringat. Padahal tubuh kita tetap mengalami kehilngan sejumlah cairan.
Minum banyak sekaligus akan membuat perut terasa berat. Lebih baik minumlah seteguk (100-150 ml) namun sering.
Kurangi minuman yang meningkatkan produksi kencing seperti kopi dan teh.
Perbanyaklah minum air putih, jus buah segar (bukan kemasan), serta buah-buahan segar.
Kebutuhan cairan beragam tergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitas. Terdapat banyak cara menghitung kebutuhan cairan. Salah satu cara termudah adalah dengan menggunakan perhitungan berat badan.

Contoh :
Jika berat badanmu 60 kg, berarti kebutuhan cairan per hari = 50 ml x 60 kg = 3000 ml = 3 liter.
Umumnya 1/3nya telah kita dapatkan melalui cairan dalam makanan, sehingga 2 liter sisanya harus kita minum secara langsung.
Jadi, bagaimana warna urin mu hari ini? Sudah terpenuhikah kebutuhan cairan tubuhmu? Jika belum, ayo segera ambil gelas dan mulailah minum yang cukup. v