Workshop dan Sosialisasi BSM SMA 2014

Sosialisasi BSM SMA
Monday, March 24th, 2014
,kk

Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2008, tentang Pendanaan Pendidikan Pasal 2 menyatakan pendanaan pendidikan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. Karena itu Pemerintah Provinsi Bali telah mengalokasikan dana bantuan sosial biaya pendidikan dalam bentuk beasiswa miskin SMA/SMK untuk memotivasi dan mendorong satuan pendidikan dan pemerintah Kabupaten / Kota dalam melaksanakan kebijakan pembangunan pendidikan.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Drs. I Wayan Susila, M.Pd. Penegasan ini disampaikan, saat membuka secara resmi Sosialisasi Bantuan Sosial Beasiswa Miskin (BSM) Sekolah Menengah Atas, bertempat di Batukaru Garden Hotel, Denpasar, Kamis (20/2/ 2014) lalu. Kadisdikpora menjelaskan, program ini besifat bantuan langsung kepada siswa berdasarkan kondisi ekonomi, bukan beasiswa yang berdasarkan prestasi siswa.

Dikatakan, kesenjangan ekonomi antara peserta didik di masing-masing Kabupaten/Kota masih sangat dominan. Hal ini akan berdampak luas terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan Rintisan Wajib Belajar 12 tahun, dan mengentaskan kemiskinan dalam menambah harapan hidup masyarakat Bali. Karena itu program ini sangat strategis bagi peserta didik dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah, untuk tetap mampu mengikuti proses pembelajaran dan menyelesaikan pendidikan wajar 12 tahun.

Secara pribadi Susila yang juga mempunyai pengalaman sebagai guru, memberikan motivasi kepada peserta sosialisasi untuk bisa menerima keadaan di bidang tugas masing-masing. Terkait pengalokasian BSM, Susila berharap agar para guru melakukan seleksi dengan ketat, sehingga betul-betul siswa miskin yang menerima. Gubernur Bali juga akan terus memantau dan tidak ingin BSM salah sasaran. Dicontohkan Beasiswa Fakultas Kedokteran yang juga digelontorkan Provinsi lewat Disdikpora Bali ditemukan salah sasaran dimana mahasiswa yang memperoleh ternyata kuliahnya membawa mobil, sehingga beasiswanya atas perintah Gubernur dicabut. Karena itu Susila wanti-wanti mengingatkan para guru peserta sosialisasi untuk menyeleksi dengan cermat siswanya yang akan diajukan memperoleh beasiswa. Kesempatan sosialisasi tiga hari betul-betul dimanfaatkan untuk memahami teknis pengelolaannya, sehingga tidak akan terjadi kesalahan administrasi pengelolaan.

Kasi Kurikulum dan Pembelajaran, I Gd. Agus Rai, SSn. Selaku panitia melaporkan, sosialisasi yang dirancang selama tiga hari, mulai Kamis sampai Sabtu (20-22/2/ 2014) dikuti oleh 150 orang guru yang langsung menangani BSM dari 9 Kabupaten/Kota se Bali. Panitia sosialisasi menghadirkan instruktur masing-masing dari Disdikpora Provinsi Bali dan Biro Keuangan Setda Provinsi Bali. Materi yang diberikan adalah; Kebijakan Disdikpora Provinsi Bali, Kebijakan Pendidikan Menengah Disdikpora Provinsi Bali, Mekanisme pencairan dana Bansos, Penyusunan Proposal bansos, Pendataan siswa miskin, Penanganan Bansos di sekolah dan Evaluasi dan pelaporan. Sedangkan sumber dana pembiayaan sosialisasi bersumber dari DPA Disdikpora Provinsi Bali tahun 2014.